6 Perbedaan VR dan Metaverse, Pebisnis Wajib Tau!

View : 
934
vr vs metaverse

Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) merupakan konsep yang kerap dihubungkan dengan metaverse. Sebagian orang menilai kedua konsep ini sama, padahal keduanya berbeda dan saling melengkapi. Lantas apa perbedaan VR vs Metaverse?

Penggunaan VR dan AR memungkinan setiap penggunanya bisa mengembangkan diri dalam dunia virtual.

VR menghadirkan lingkungan yang terus berkembang dalam dunia virtual, sedangkan AR menjadi elemen yang memungkinkan Anda untuk berkomunikasi dengan berbagai cara.

Apa Itu VR, AR dan Metaverse?

Sebelum membahas perbedaan VR, dan metaverse, terlebih dahulu kita perlu membahas pengertian VR, AR, dan Metaverse.

Virtual Reality

Teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan lingkungan hasil simulasi komputer, suatu lingkungan sungguhan di dunia nyata yang disalin atau lingkungan fiktif yang hanya ada dalam imajinasi.

Augmented Reality

Teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.

Metaverse

Suatu ruang virtual yang menggabungkan realitas virtual, augmented reality dan internet yang berhasil diciptakan pada tahun 1992 oleh Neal Stephenson. Pada awal penemuannya, ruang virtual ini masih belum populer seperti saat ini.

Kepopulerannya berawal ketika Mark Zuckerberg, pemilik Facebook mulai memanfaatkan sistem ini pada perusahaan induknya yang membawahi beberapa aplikasi seperti Instagram, WhatsApp dan Facebook.

Dalam metaverse, VR dan AR berperan sebagai media yang bisa digunakan sebagai pengganti dari situs website dan browser pencarian.

Apa Saja Perbedaan VR vs Metaverse?

Setelah memahami pengertian dari masing-masing elemen penyusun metaverse, maka pembahasan selanjutnya yaitu mengetahui perbedaannya.

Jika Anda membaca sekilas mengenai VR vs Metaverse, banyak persamaan sehingga perbedaan keduanya kurang menonjol.

Berikut ialah rangkuman mengenai poin-poin yang membedakan antara VR dan Metaverse:

1. Perbedaan Berdasarkan Definisi

Perbedaan definisi menjadi poin pertama yang membedakan VR dan Metaverse, hal ini dapat dilihat dari pemahaman seseorang sejauh ini mengenai VR dan metaverse.

Dalam kenyataannya, VR dapat dipahami dan didefinisikan dengan baik, sedangkan metaverse tidak.

Seperti pernyataan yang dikemukakan oleh Mark Zuckerberg, metaverse hanya diartikan sebagai “internet yang diwujudkan alih-alih untuk melihat konten yang ada di dalamnya”.

Pernyataan mengenai definisi ini dinilai masih abu-abu jika dibandingkan pengertian VR. Itu sebabnya, banyak orang beranggapan bahwa metaverse bukan konsep ruang virtual baru, melainkan hanya dipahami sebagai peningkatan teknologi internet.

2. Facebook Tidak Mengantongi Kedua Konsep

Poin perbedaan yang kedua dapat dilihat dari konsep-konsep yang termuat dalam Facebook. Dalam hal ini, Facebook banyak berperan dalam perkembangan VR sebagai pemain tunggal diantara berbagai industri besar.

Berbeda dengan penggunaan metaverse di mana Facebook tidak menjadi satu-satunya perusahaan yang mengusung konsep ini.

Meski, awal perkembangan metaverse saat ini dimulai dari Mark Zuckerberg, namun kini banyak dijumpai perusahaan besar lainnya yang mengusung konsep serupa.

Dengan begitu, dapat ditarik kesimpulan bahwa metaverse berpeluang besar untuk berkembang dibandingkan VR yang hanya terbatas pada satu penggerak saja.

3. Perbedaan Konsep Ruang Virtual Bersama

Konsep ruang virtual bersama juga bisa menjadi poin pembeda antara VR vs Metaverse. Sekilas, ruang virtual yang diusung oleh kedua elemen ini memang terkesan sama.

Penggunanya sama-sama bisa memanfaatkan avatar dan melakukan berbagai aktivitas di dalamnya. Lantas apa perbedaan yang mencolok antara keduanya? Jawabannya terletak pada konsep ruang virtual yang digunakan.

Sejauh ini, VR dinilai sebagai ruang virtual yang sifatnya masih terbatas, sedangkan metaverse diyakini lebih terbuka dan memiliki jangkauan yang luas layaknya penggunaan internet pada umumnya.

4. Perbedaan Akses

Perbedaan selanjutnya yang muncul ialah cara akses dari kedua konsep tersebut. Meski hampir semua layanan bisa diakses oleh pengguna headset, namun pada dasarnya metaverse bisa diakses tanpa harus menggunakan headset VR.

Pernyataan tersebut berarti bahwa nantinya akan terjadi akses yang tidak maksimal dalam VR apabila tidak menggunakan headset VR.

Dengan begitu, apabila metaverse terus berkembang dan semakin populer penggunaannya, maka kemungkinan besar VR hanya akan digunakan dalam aktivitas atau perintah-perintah khusus.

5. Metaverse Tidak Terbatas pada VR

Metaverse tidak terbatas pada VR berarti bahwa VR bukan satu-satunya elemen yang bisa digunakan untuk mengakses metaverse. Nantinya, pengguna bisa memanfaatkan AR ataupun perangkat lain yang telah terhubung ke internet.

Pernyataan tersebut menjadi perbedaan yang cukup menonjol antara VR vs Metaverse. Nantinya, berbagai fitur yang tidak bisa dilakukan dengan VR bisa dikembangkan melalui AR ataupun metaverse.

Penggunaannya juga lebih mudah dan simpel, pengguna bisa mengakses kapan saja dan di mana saja tanpa membutuhkan perangkat pendukung berupa headset VR.

6. Metaverse memiliki Potensi Lebih Besar untuk Berkembang

Penggunaan VR sejauh ini masih terbatas pada aktivitas pendidikan, olahraga dan kesehatan, bahkan secara garis besar konsep ini masih banyak dikenal sebagai hiburan.

Berbeda dengan metaverse yang mana skala penggunaannya lebih luas, mulai dari penggunaan media sosial sebagai sarana hiburan, bermain ataupun belajar sampai ke pemanfaatan fitur-fitur dalam pekerjaan.

Banyak pengguna juga beranggapan bahwa metaverse merupakan bentuk yang lebih baik dan sempurna dibandingkan VR sehingga sebagian orang saat ini banyak mengabaikan keberadaan VR.

Itulah 6 poin penting yang bisa dijadikan pembeda antara VR dan Metaverse, baik dari segi pengertian, konsep yang diusung, pemanfaatan sampai penilaiannya dari pengguna.

Bagaimana Peran VR dan Metaverse dalam Internet?

Berdasarkan beberapa perbedaan yang telah disebutkan di atas, lantas bagaimana peranan VR dan Metaverse dalam penggunaan internet?

Sejauh ini, VR tidak banyak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan di dunia. Hal ini tentunya berkaitan erat dengan penggunaan perangkat pendukungnya berupa headset VR. Dalam hal ini, setiap orang pasti memiliki batasan dalam menggunakannya.

Berbeda dengan metaverse yang lebih bersifat fleksibel yakni bisa diakses kapan saja, di mana saja tanpa membutuhkan perangkat tambahan. Itu sebabnya, keberadaannya banyak memberikan pengaruh terhadap perubahan kehidupan dibandingkan VR.

Selanjutnya terkait perannya dalam internet, VR berperan memberikan alternatif mencari untuk penggunaan internet di komputer. Sedangkan metaverse berperan sebagai fitur baru yang menarik digunakan ketika berselancar di dunia internet.

Tertarik Menggunakan Virtual Reality Untuk Bisnis Anda?

Sejauh ini, pengembangan kedua konsep virtual itu juga belum didesain agar bisa menggantikan keberadaan internet secara utuh.

Namun tidak menutup kemungkinan jika Anda tertarik untuk menggunakan metaverse, khususnya dalam pengembangan bisnis dan sejenisnya.

Penyedia Jasa Virtual Reality untuk Bisnis Anda

Saat ini Anda tidak perlu khawatir, jasa virtual reality Pointbox Indonesia adalah solusinya. Pointbox Indonesia telah membantu berbagai bisnis meningkatkan pengalaman audiens dan menjadi salah satu bentuk promosi digital bisnis Anda.

Anda dapat melihat perkiraan biaya jasa pada kalkulator yang telah disediakan Pointbox. Dapatkan penawaran menarik dan terbaik dari Pointbox untuk membantu meningkatkan bisnis Anda.

Artikel Lainnya

virtual reality hand

Virtual Reality Hand Sebagai Solusi dalam Terapi Stroke

Dalam era digital yang semakin maju, penggunaan teknologi Virtual Reality (VR) telah menunjukkan potensi yang besar dalam berbagai bidang, termasuk dalam terapi rehabilitasi stroke. Terapi stroke tradisional membutuhkan waktu dan
transformasi digital

Manfaat 5G untuk Virtual Reality dalam Transformasi Digital

Dalam era transformasi digital yang semakin maju, teknologi Virtual Reality (VR) telah menjadi salah satu inovasi yang mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia digital. Namun, untuk mewujudkan potensi penuh VR,