Peran VR dalam Bisnis & Sektor Industri yang Menerapkannya!

View : 
883
Peran VR dalam Bisnis

Seiring dengan perkembangan teknologi, peran VR dalam bisnis menjadi semakin penting untuk meningkatkan engagement dalam hal promosi dan penjualan produk.

Selain itu, kemunculan teknologi visualisasi dalam dunia bisnis ini juga merupakan terobosan baru yang manfaatnya sangat berguna untuk mengatasi persaingan.

Dalam era digital seperti sekarang ini, teknologi Virtual Reality merupakan suatu hal yang sangat wajib diterapkan dalam berbagai sektor industri. Tanpa adanya teknologi ini dalam sebuah bisnis, maka tentu saja bisnis tersebut berpotensi mundur bahkan cenderung bisa mengalami kegagalan total.

Apa Itu Virtual Reality?

Virtual Reality atau (VR) memiliki arti sebagai simulasi dari lokasi atau objek tertentu yang terbentuk berdasarkan urutan gambar statis atau video.

Selain itu, komponen multimedia lainnya seperti musik, teks, narasi, efek suara, dan lainnya dapat masuk di dalamnya.

Manfaat dan Cara Kerja Virtual Reality

Selain untuk keperluan visualisasi, peran VR dalam bisnis ini juga dapat bermanfaat dan mempunyai kelebihan dari segi pembuatan visual produk. Bahkan, penerapan teknologi ini juga telah terbilang cukup ampuh membantu kegiatan operasional penjualan serta promosi pengelolaan bisnis dalam berbagai sektor industri.

Berdasarkan cara kerjanya, teknologi ini akan merubah sebuah visual atau multimedia konten dalam bentuk teknologi canggih. Kemudian, teknologi tersebutlah yang nantinya bisa Anda manfaatkan dan gabungkan dengan teknik marketing dan teknologi lain agar bisa menciptakan sebuah great business yang efisien.

Peran Teknologi VR dalam Berbagai Bisnis

Setelah mengetahui pengertian dari apa itu Virtual Reality, berikut beberapa peran VR dalam bisnis di berbagai sektor industri, simak penjelasan lengkapnya:

1. Industri Retail

Menurut kanal situs web Business.com, penggunaan teknologi ini oleh pelaku bisnis retail sudah sangat terbukti berhasil meningkatkan omset perusahaan. Selain itu, teknologi ini juga mampu menarik minat dari konsumen baru. Secara umum, penerapan teknologi ini dalam industri retail adalah untuk belanja virtual.

Dua perusahaan retail besar seperti IKEA dan eBay, menggunakan teknologi ini untuk menawarkan pengalaman berbelanja secara daring atau virtual. Bahkan, IKEA memberikan konsumennya pengalaman unik yaitu menjelajah dapur impian hanya melalui perangkat VR.

Sedangkan eBay, menerapkan teknologi ini untuk membuatkan sebuah katalog yang telah dipersonalisasi secara unik dan interaktif untuk memudahkan para konsumennya dalam hal belanja daring.

Peran VR dalam bisnis ini terbukti karena dua perusahaan besar ini menjadi salah satu perusahaan retail terbaik dengan omset tinggi saat ini. Selain itu, kedepannya tentu saja kedua perusahaan ini akan terus menyajikan nuansa belanja virtual yang mengagumkan.

Baca juga: Bagaimana Teknologi VR Dapat Membantu Sebuah Bisnis?

2. Industri Pariwisata

Sektor industri kedua yang menerapkan teknologi Virtual Reality dalam perkembangan bisnisnya yaitu industri pariwisata. Peran VR dalam bisnis sektor industri pariwisata ini sangat beragam dengan berbagai terobosan baru yang membuat para konsumennya mendapat pengalaman berbeda dalam berwisata.

Bentuk pemanfaatan teknologi Virtual Reality dalam dunia pariwisata sangat beragam. Misalnya, pemanfaatan virtual lokasi, informasi visual, dan pengalaman memesan hotel langsung dengan melihat kondisi kamar hotel secara real-time.

Bahkan, Anda juga bisa mendapat pengalaman sensasi liburan virtual dengan teknologi ini. Awal mula penerapan teknologi ini dalam dunia bisnis pariwisata adalah dari masa pandemi Covid-19 di tahun 2020 lalu.

Geliat sektor industri yang sempat meredup, terbukti berhasil naik kembali berkat pemanfaatan teknologi Virtual Reality untuk keperluan promosi dan pelayanan wisata di berbagai dunia.

Dalam beberapa layanan pariwisata, Anda juga bisa mendapatkan pengalaman petualangan ke luar negeri secara praktis lewat jasa Virtual Tour terpercaya.

Baca juga: Keuntungan Virtual Tour Pariwisata dan Dampaknya Bagi Bisnis Lokal 

3. Industri Konstruksi

Bisnis selanjutnya datang dari sektor industri konstruksi dan sipil. Penggunaan teknologi Virtual Reality dalam industri konstruksi sipil yaitu pembuatan desain pondasi serta arsitektur sipil secara virtual nyata. Selain itu, teknologi ini juga dapat menggambarkan keadaan bangunan secara real-time.

Meskipun bukan hal baru dalam industri konstruksi dan sipil, namun teknologi VR terbukti sangat ampuh untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terkait desain konstruksi dan sipil tersebut. Tentu, ini tidak lepas dari penggambaran nyata kondisi bangunan yang akan dibangun dalam bentuk visual yang nyata dan meyakinkan.

Bahkan, pelanggan juga bisa merasakan bahwa teknologi ini membantu mereka saat hendak melakukan pengambilan keputusan terkait pembelian properti. Karena melalui perangkat VR, konsumen bisa merasakan berada dalam lokasi lain atau dalam bangunan tertentu dengan pengalaman yang sangat menyenangkan.

4. Industri Kesehatan

Industri kesehatan juga merupakan salah satu yang telah cukup lama menggunakan teknologi Virtual Reality. Bahkan, Peran VR dalam bisnis telah diterapkan dalam bentuk pelatihan situasi darurat dan aplikasi anatomi perangkat VR. Selain itu, teknologi ini juga telah melakukan terobosan berupa operasi virtual.

Melalui bantuan teknologi Virtual Reality, situasi buruk seperti phobia pasien terhadap darah dan jarum suntik dapat teratasi dengan sangat mudah. Jadi, pasien akan melakukan operasi tanpa perlu takut melihat darah maupun jarum suntik.

Ketika operasi berlangsung, pasien akan dipasangkan perangkat VR agar merasakan sensasi operasi tanpa perlu melihat bercak darah dan alat operasi.

Selain itu, penerapan teknologi ini juga bisa diterapkan dalam bentuk aplikasi anatomi untuk keperluan pembelajaran bagi para dokter muda yang minim pengalaman.

5. Industri Desain Prototyping

VR juga membantu dalam dunia industri manufaktur, hal tersebut dapat terlihat dan terasa manfaatnya ketika industri ini membuat, mendesain, serta melakukan tahapan testing virtual sebelum sebuah produk tersebut diproduksi secara masisal.

Selain itu, hal ini juga berguna untuk mengurangi cost atau budget tambahan akibat trial serta error yang terjadi dalam tahapan awal desain. Industri manufaktur yang menggunakan teknologi Virtual Reality ini adalah sektor industri desain prototyping dan desain busana lainnya yang membutuhkan proses trial atau uji coba produk.

Melalui VR, para desainer bisa melakukan pengecekan virtual serta memberikan penyesuaian secara cepat tanpa harus membuang banyak waktu. Selain itu, para desainer ini juga bisa melakukan tahapan uji coba virtual kepada para calon konsumennya dengan menggunakan teknologi presentasi virtual.

6. Industri Game

Peran VR dalam bisnis yang keenam adalah untuk keperluan industri game. Mungkin hal ini sudah tidak asing lagi terdengar di telinga Anda. Penggunaan teknologi Virtual Reality bagi industri game berguna untuk memberikan sensasi berbeda ketika pengguna bermain game terutama dengan genre petualangan.

Melalui teknologi ini, para pengguna akan mendapatkan sensasi permainan yang nyata seakan-akan Anda berada dalam game tersebut di waktu yang bersamaan. Bagaimana tertarik untuk mencobanya?

Sudah Tahu Apa Saja Peran VR dalam Bisnis?

Sekian pembahasan tentang peran VR dalam bisnis. Pada dasarnya, di era digital seperti saat ini, VR sangatlah penting terutama dalam hal persaingan bisnis. Selain itu, teknologi ini juga sangat penting bagi sebuah bisnis untuk keperluan promosi dan presentasi produk agar lebih efisien dan menghemat waktu serta biaya.

Artikel Lainnya

virtual reality hand

Virtual Reality Hand Sebagai Solusi dalam Terapi Stroke

Dalam era digital yang semakin maju, penggunaan teknologi Virtual Reality (VR) telah menunjukkan potensi yang besar dalam berbagai bidang, termasuk dalam terapi rehabilitasi stroke. Terapi stroke tradisional membutuhkan waktu dan
transformasi digital

Manfaat 5G untuk Virtual Reality dalam Transformasi Digital

Dalam era transformasi digital yang semakin maju, teknologi Virtual Reality (VR) telah menjadi salah satu inovasi yang mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia digital. Namun, untuk mewujudkan potensi penuh VR,